Kisah & Jiwa di Setiap Helai Tenun
Dari Ulos Batak hingga Songket Palembang — setiap wastra menyimpan doa, keterampilan, dan waktu para penenunnya.
Di seluruh Nusantara, kain tenun tidak pernah sekadar penutup tubuh. Ia hadir dalam setiap daur kehidupan — kelahiran, pernikahan, hingga upacara adat — sebagai perlambang doa, kehormatan, dan ikatan antargenerasi. Setiap daerah menenun kisahnya sendiri, dengan motif, warna, dan teknik yang diwariskan turun-temurun.
“Sehelai wastra adalah doa yang ditenun dengan tangan, dan waktu yang dijalin menjadi warisan.”— House of RONA by Nina
Ragam Tradisi yang Kami Kurasi
Kami menghadirkan wastra tenun tangan dari berbagai tradisi, masing-masing dengan makna dan keistimewaannya sendiri:
Perlambang ikatan kasih dan doa restu, diberikan dalam momen-momen penting kehidupan masyarakat Batak.
Kemilau benang emas yang ditenun helai demi helai — simbol kemuliaan dan keanggunan dalam busana adat.
Kurasi wastra tenun tangan lain dari berbagai daerah, dipilih karena keaslian motif dan kualitas pengerjaannya.
Visi Preservasi House of RONA
House of RONA hadir untuk membawa wastra Nusantara ke tempat tertingginya — sebagai karya seni yang dikenakan dengan bangga, bukan sekadar disimpan. Kami bekerja bersama para penenun untuk memastikan setiap benang, pewarna, dan motif tetap setia pada pakem tradisinya, dan setiap karya dilengkapi paspor digital yang mencatat asal-usulnya.
